[Opini] Menolak Job Review = Tindakan Bodoh ?

[Opini] Menolak Job Review = Tindakan Bodoh ?

DWISU.WEB.ID,[Opini] Menolak Job Review = Tindakan Bodoh? - Uang bagi sebagian orang mesti dikejar serta bekerja keras jika tidak alamat dapur tidak ngebul contohnya para pedagang makanan keliling yang memang sudah menjadi pekerjaan utama. Namun disisi lain ada orang yang justru uang datang sendiri contohnya seorang yang berprofesi sebagai Blogger Profesional. Ingin Bukti ? Tak usah jauh-jauh saya sendiri sudah merasakannya contohnya beberapa hari yang lalu saya mendapatakan 5 job review content placement sekaligus senilai Rp.500.000. Meski tidak tiap hari tawaran ini datang toh bagi saya merupakan rezeki nomplok.

Menolak Job Review

Faktanya ada sebagian bloger yang menolak mentah-mentah tawaran tersebut dengan berbagai alasan padahal bayarannya menurut saya cukup lumayan minimal Rp.100.000 dan kerjanya sangat ringan cukup mempublikasikan artikel yang sudah disiapkan oleh broker pemberi job. Wajar saja jika kemudian ada yang beranggapan jika menolak job review semacam itu sama saja tindakan bodoh. Pernyatan ini saya temukan di blog Maniakmenulis yang digawangi Bloger Hebat Mas Anton dalam artikelnya yang berjudul : "Pengalaman menerima Content Placement-Jangan jual murah Blogmu".

Dalam sebuah komentarnya Kang Nata menilai Jual mahal itu artinya tindakan bodoh yaitu bagi blog-blog yang peringkatnya masih rendah sehingga nilai jualnya juga rendah. Ini cukup menarik untuk dibahas apakah memang demikian keadaannya?. Bisa jadi antar bloger memiliki pendapat yang berbeda-beda ada yang mendukung adapula yang kontra.

Menolak Job Review Meningkatkan Harga Jual Blog?

Ada yang berpendapat menolak job review dengan alasan rate/bayarannya terlalu rendah akan meningkatkan harga jual blog. Menurut saya bisa YA bisa TIDAK. Jika semua bloger kompak menolak harga rendah yang ditawarkan broker job review mau tak mau broker tersebut akan menaikkan harga. Namun masalahnya tidak semua blogger mau diajak kompak sebagai contoh masih saya jumpai job artikel review yang ditulis sendiri cuma dihargai Rp.50.000 dan nyatanya masih banyak yang antri hanya beberapa bloger saja yang protes.

Baca juga :
Tarif 50 ribu Artikel Review, Layakkah?
2 juta Pertama dari Blogpost berbayar [Content Placement]
Job Artikel Review Pertama DWISUWEBID


Jadi saat ini untuk meningkatkan harga Job review atau content placement rasanya masih cukup sulit kecuali untuk blog-blog yang peringkatnya bagus, trafiknya tinggi, alexa ramping, personal brandingnya kuat dan memang tidak ngoyo untuk mendapatkan penghasilan dari job review. Ada sebuah cara halus yang bisa ditempuh agar harga job review bisa meningkat yaitu dengan melakukan penawaran sebelum job tersebut diterima misalnya saja biasanya content placement dihargai Rp.100.000 coba sesekali mengajukan tawaran Rp.150.000. meski peluangnya kecil namun yang terpenting anda sudah negosiasi masalah diterima atau tidak urusan belakangan. Jika memang broker menolak ya sudah anda terima saja harga yang ditawarkan.

Cara ini berlaku jika anda dihubungi broker tapi jika tawarannya melalui grup dan sudah dipatok tentu anda tidak bisa melakukan nego jika tertarik silahkan daftar jika tidak SKIP saja.

Menolak Job Review Merupakan Hak Bloger

Kebanyakan bloger akan senang jika menerima tawaran job review khususnya content placement yang tinggal publish apalagi harga yang ditawarkan dikisaran 100.000 ketas rasanya tak kuasa menolaknya seperti saya pribadi apalagi saya merasakan sendiri bagaimana susahnya mencari uang melalui usaha kuliner padahal harganya cuma seribu perak. Namun ada juga bloger yang menolak atau jual mahal. Apakah lantas anda bisa memvonis apa yang dilakukannya merupakan tindakan bodoh ( Bukan otaknya ya ) karena menolak uang sedangkan orang lain harus berususah puyah untuk mendapatkannya.

Jadi Sah-sah saja jika ada bloger yang jual mahal tetapi tentunya memiliki pertimbangan tertentu seperti :

1.Harga yang dipatok terlalu murah tidak sebanding dengan trafik atau peringkat blog misalnya trafik blog puluhan ribu sampai ratusan ribu perhari tentunya harga Job review 100.000 / artikel masih kurang layak dan jika menolak atau jual mahal tentunya sangat wajar.

2.Ingin fokus ke sumber penghasilan lain misalnya penghasilannya tersebut sudah cukup bagus dan kuatir jika menerima job review seperti itu akan berpengaruh terhadap penghasilan adsense ini juga wajar.

3.Ada sebagian bloger yang mencari penghasilan dari blog hanya sebagai pekerjaan sampingan tidak memperdulikan berapapun hasilnya, menolak atau menerima bukan merupakan persoalan toh mereka bukan seorang full time blogger. Namun jika memang harga yang ditawarkan wajar sesuai dengan peringkat blog dan trafik saya rasa sangat disayangkan jika menolak tawaran job review apalagi jika memang dari awal ngeblog berniat mencari penghasilan lewat blognya. Masih ingat dulu sewaktu saya masih pemula mendapatkan bayaran Rp.20.000 dari job review sudah senang banget, efek postifnya tentu ngeblog menjadi semangat sehingga saya terus bertahan ngeblog meski penghasilannya masih kecil.

Namun saya sepakat dengan pendapat yang dikemukakan Mas Djangkaru bumi Bos Djangkarubumi com, Jika memang bisa dan memenuhi syarat lebih baik diterima saja Job review meski bayarannya kecil sebagai langkah awal belajar menulis review. Beliau tidak pernah mematok harga atau content placement tapi justru broker yang memberikan tarif yang layak, untuk 1 artikel content placement beliau bisa mendapatkan bayaran hingga Rp.750.000, keren bukan?

4.Tak sedikit yang menjadikan ngeblog sebagai profesi utama atau full time blogger walaupun penghasilan masih belum memuaskan bahkan pas-pasan dimana tiap harinya harus berjuang keras agar mendapatkan penghasilan dari blog mulai dari menjadi penayang adsense, job review atau jualan online. Jika sehari tak memperoleh hasil sama saja dapur tidak ngebul.

Jika Anda blogger semacam ini menolak job review atau jual mahal padahal harganya wajar walaupun ukuran wajar masih menjadi perdebatan bisa jadi merupakan tindakan bodoh karena tidak mudah untuk mendapatkan job review dengan harga yang sangat tinggi kecuali branding anda sudah meroket seperti Raditya Dika, sering menang lomba, penghasilan sudah ribuan dolar atau sering mendapatkan penghargaan.

Jika sudah memutuskan total sebagai blogger tentunya harus memperhatikan untung rugi jika menolak /jual mahal job review apakah nantinya akan bisa menutupi biaya untuk operasional ngeblog seperti bayar listrik, koneksi internet dan lain-lain. Jangan pedulikan omongan bloger lain toh mereka tidak akan membantu kesulitan keuangan anda jika anda tidak punya uang.Ibarat ilmu dagang untung sedikit tidak masalah asalkan jumlahnya banyak dan halal dari pada nyari untung besar justru nggak dapat sama sekali.

Jika anda memiliki sumber penghasilan dari blog yang layak sah-sah saja anda jual mahal toh tanpa job artikel review penghasilan anda sudah mencukupi bahkan dengan cara ini Anda bisa memberi pesan kepada broker job review kalau ngeblog itu tidak mudah butuh biaya, waktu dan tenaga biar mereka lebih mengahargai profesi bloger.

Kesimpulan dari Opini saya seputar menolak Job review= Tindakan Bodoh adalah Sangat tergantung dari kondisinya, namun secara umum sah-sah saja menolak job review namanya juga bisnis dan itu hak dari masing-masing bloger tidak perlu diperdebatkan jika memang sepakat ambil jika tidak tolak! Just Simple!
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

2 komentar

Artikel yang bijak, Mbak. Tetapi saya pribadi memang tidak setuju dengan upah rendah, katakanlah 20k atau 50k. Coba saja nego dulu sampai kedua pihak puas dan ikhlas. Menurut saya memang kurang baik kalau terlalu banyak sponsored posts-nya, apalagi kalau kurang nyambung dengan tema blog dan harganya kecil - kecuali lagi butuh banget. Hehe ... bukan masalah uang saja, lebih jauh bisa memengaruhi citra juga ...

Balas

Intinya sih bayaran setidaknya harus sesuai dengan peringkat dan trafik semakin tinggi harusnya bayarannya semakin besar

Balas

Berkomentarlah sesuai topik No Link No Spam