
Alangkah kagetnya saat buka Creator Studio di HP, ada notif yang menginformasikan salah satu channel saya kena dismonet. Kejadian ini terjadi kemarin 29 Januari 2026. Bak petir disiang bolong, kejadian ini kali pertama saya alami sebagai youtuber selama 11 tahun.
Saat pertama kali mengetahui hal ini, hati langsung galau, shock, prasangka buruk pun langsung terbayang. Setelah hati tenang, saya mulai menerima keputusan dari Youtube sebagai hal biasa tak perlu disesali.
Dismonet Channel Youtube bukan akhir segalanya
Dismonet artinya channel sudah tidak menghasilkan uang lagi. Channel yang dismonet ini baru sebulan diterima monetisasinya atau tepatnya pada 29 Desember 2025. Konten channel ini sebagian besar tema nya martabak.
Saat mengejar subscriber dan jam tayang, saya pakai video shorts Ai kucing dan vlog musik. Saat pertama kali di terima monetisasinya banyak yang bilang paling sebentar lagi dismonet. Ternyata benar, channelnya kena dismonet. Alasannya konten tidak otentik.
Saya sebenarnya tidak terlalu sedih, tapi yang saya pikirkan adalah akibat dari terkena dismonetnya channel ini. Kebijakan baru youtube tentang channel terkait tidak mengizinkan membuat channel atau monetisasi channel lain jika sebuah channel dihentikan monetisasinya sampai channel tersebut pulih lagi monetisasinya.
Ada opsi banding sampai 19 Februari 2026 tapi saya tidak akan melakukannya karena ada konten Ai dan video hasil loop. Selain itu kebanyakan yang melakukan banding karena konten tidak otentik tidak diterima. Sangat beresiko jika saya mengajukan banding. Jika banding di tolak maka channel terkait akan terdampak.
Saya akan memilih opsi 2 menunggu 90 hari untuk diajukan lagi sambil memperbaiki channel dan mengajukan ulang pada 26 April 2026. Saya ada kesempatan untuk memperbaiki channel misalnya menghapus konten yang kira-kira biang keroknya atau mengedit konten.
Dismonet di tahun ini sangat berbeda di banding tahun-tahun sebelumnya. Sekarang Youtube menerapkan kebijakan yang lebih ketat khususnya yang mengelola banyak channel.
Sekarang ini jika ada sebuah channel terkena dismonet maka channel lain yang terkait bisa terdampak atau dismonet juga. Terkait ini bisa dilihat dari nomor pemulihan, emailnya, adsensenya, jaringannya. Saya berasumsi kalau sekarang 1 nama hanya boleh punya 1 channel.

0Komentar
Berkomentarlah sesuai topik No Link No Spam