Sejak masa sekolah, saya sebenarnya menyukai fotografi. Sayangnya saya kurang beruntung karena harga kamera saat itu terbilang mahal. Namun sejak era Hp berkamera, saya sudah mulai suka jeprat jepret kamera walaupun dimasa itu resolusinya masih VGA!
Era HP Android pun mengubah segalanya. Kualitas kamera semakin bagus terutama dari sisi sensornya. HP pertama dengan kamera yang mumpuni berhasil saya miliki walaupun masih kelas menengah namun setidaknya masuk jajaran flagship, Xiaomi Mi A2.
Saya puas sekali dengan kinerja Hp ini. Buat video bagus buat foto juga oke. Waktu itu saya berpikiran gimana caranya bisa mendapatkan uang dari Hp ini. Pilihan jatuh pada Youtube. Saya menjadi kreator youtube dan Alhamdullilah bisa menghasilkan uang dari sana.
Foto juga sebenarnya bisa menghasilkan uang, sayangnya jalannya lebih sulit dibandingkan video. Menjual foto lewat situs microstock seperti Shutterstock lumayan sulit. Foto harus benar-benar bagus kalau tidak pasti di tolak. Pernah mencoba upload tapi ditolak membuat saya tidak melanjutkan lagi keinginan untuk menghasilkan uang dari foto.
Facebook Pro Membuka Jalan
4 April 2026 menjadi babak baru di dunia fotografi. Tanpa disangka-sangka, saya dapat undangan monetisasi konten di Facebook setelah sekian lama tak kunjung diterima.
Apa hubungannya dengan fotografi? ternyata Upload foto di Facebook pro bisa menghasilkan uang dan ini sudah saya buktikan sendiri setelah konten foto di akun saya mulai menghasilkan dolar.
Memang bayarannya kecil dibandingkan dengan situs microstok namun setidaknya lebih mudah menghasilkan uang. Foto yang dilihat 1000 kali bisa menghasilkan $0.01. Berdasarkan pengalaman saya, tembus 1000 view tidak terlalu sulit, buktinya ada sebuah foto yang sudah dilihat sebanyak 21.000 kali dan menghasilkan $0.20!
Buat saya pencapaian ini sudah luar biasa dan saya jadi bersemangat jeprat jepret kamera. Hobi lama bersemi kembali!
Dasar-dasar dasar fotografi bukan hal asing lagi buat saya mulai dari rule of thirds, pencahayaan, sudut pandang hingga editing.
Berhubung harus banyak yang lihat baru dapat uang, saya harus belajar bagaimana caranya agar foto saya menarik untuk dilihat. Untungnya, berbekal ilmu copywriting dan Storytelling saya jadi lebih terarah dalam membuat foto yang menarik baik dari sisi fotonya atau caption nya.
Uniknya penghasilan dari video baik reels atau vod masih kalah dari penghasilan dari foto.

Ini tentu membuat saya lebih bersemangat mengupload foto lagi. Sehari saya bisa upload 3 hingga 5 foto. Tema foto tidak jauh-jauh dari keseharian saya sebagai penjual martabak keliling.
Masih banyak yang belum saya gali misalnya kehidupan pedagang keliling dan suka dukanya atau peristiwa unik disekitar lokasi jualan.
Upload foto harus konsisten agar hasilnya maksimal oleh karena itu saya harus mulai menyetok foto sebanyak mungkin dan menyusun captionnya.
Untungnya produksi foto tidak sesulit video. Saya bisa melakukannya saat sedang jualan keliling. Saat sedang menunggu pembeli saya bisa menyusun captionnya.
Hobi lama yang bersemi kembali ini semoga membawa keberuntungan!



0Komentar
Thank you for leaving a comment!
We truly appreciate your thoughts. Feel free to visit again for more useful and updated content.