Ijazah Wapres Gibran Rakabuming di gugat ke Mahkamah Konstitusi. Pemohon menilai beliau tidak memiliki ijazah SMA. Faktanya menurut CNBC Indonesia beliau adalah lulusan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 16 Mangkubumen Kidul; Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Surakarta; dan Orchid Park Secondary School, Singapura.

Menurut laman resmi, Orchid Park Secondary School adalah sekolah yang unggul dan fokus dalam bidang seni visual, pertunjukan, dan kepemimpinan pemuda di masyarakat.

Setelah itu Gibran melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Singapura, yakni di Management Development Institute of Singapore (MDIS) dan lulus pada 2007.

Tentu akan banyak pertanyaan apakah SMA di Indonesia setara dengan sekolah di Orchid park? Diartikel ini akan membahas seluk beluk pendidikan di Singapura.

1. Mengenal Jenjang Pendidikan di Singapura Secara Umum

Mengenal Jenjang Pendidikan di Singapura menjadi hal menarik, terutama bagi orang tua, pelajar, maupun masyarakat Indonesia yang ingin memahami bagaimana sistem pendidikan di negara tetangga tersebut. Singapura memiliki sistem pendidikan yang terstruktur mulai dari prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah, pendidikan pascasekolah menengah, hingga perguruan tinggi. Setiap jenjang memiliki tujuan, karakteristik, dan pilihan jalur pendidikan yang berbeda.

Kementerian Pendidikan Singapura atau Ministry of Education (MOE) menyediakan berbagai jalur pendidikan agar siswa dapat menyesuaikan pembelajaran dengan minat, kemampuan, dan rencana masa depan. Selain jalur akademik, tersedia pula jalur yang lebih teknis, praktis, seni, serta berbagai pilihan pendidikan tinggi.

2. Prasekolah: Awal Perjalanan Pendidikan Anak

Tahap pertama dalam sistem pendidikan Singapura adalah pendidikan prasekolah. Jenjang ini mencakup kindergarten atau taman kanak-kanak serta childcare centres. Pada tahap tersebut, anak mulai memperoleh pengalaman belajar sebelum memasuki pendidikan dasar.

Pendidikan prasekolah membantu anak mengembangkan kemampuan dasar seperti bahasa, komunikasi, interaksi sosial, kemandirian, dan kesiapan belajar. Dengan demikian, anak tidak hanya dipersiapkan untuk membaca atau berhitung, tetapi juga belajar beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

3. Sekolah Dasar: Enam Tahun Membangun Fondasi

Setelah prasekolah, siswa memasuki primary school atau sekolah dasar. Pendidikan dasar di Singapura berlangsung selama enam tahun. Jenjang ini menjadi fondasi penting karena siswa mulai mempelajari berbagai mata pelajaran inti dan membangun kemampuan akademik maupun sosial.

Pendidikan primary school mencakup Primary 1 hingga Primary 6. Pada akhir pendidikan dasar, siswa mengikuti Primary School Leaving Examination atau PSLE. Sistem PSLE menggunakan Achievement Level (AL), bukan lagi sistem T-score seperti yang digunakan pada masa sebelumnya.

4. PSLE dan Persiapan Menuju Sekolah Menengah

PSLE merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan pendidikan siswa Singapura. Hasil dan capaian siswa dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan pilihan pendidikan pada tahap berikutnya.

Namun, sistem pendidikan Singapura terus berkembang. MOE telah menerapkan berbagai perubahan untuk mengurangi penekanan berlebihan pada perbedaan nilai yang sangat kecil. Salah satunya adalah perubahan dari sistem T-score menuju Achievement Level yang diterapkan sejak 2021.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian nilai. Sekolah juga semakin memberikan perhatian terhadap perkembangan siswa secara menyeluruh, termasuk keterampilan, karakter, minat, dan kemampuan beradaptasi.

5. Sekolah Menengah: Tahap Menemukan Minat dan Kemampuan

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, siswa melanjutkan ke secondary school atau sekolah menengah. Pada tahap ini, siswa mendapatkan pembelajaran yang lebih kompleks dan mulai memiliki lebih banyak pilihan berdasarkan kemampuan serta minat masing-masing.

Sistem sekolah menengah Singapura telah mengalami perubahan melalui Full Subject-Based Banding atau Full SBB. Sejak 2024, siswa di sekolah menengah dapat mengambil mata pelajaran pada tingkat G1, G2, atau G3 sesuai kekuatan, minat, dan kebutuhan belajar mereka.

6. Full Subject-Based Banding Membuat Jalur Belajar Lebih Fleksibel

Full Subject-Based Banding merupakan salah satu perubahan penting dalam sistem pendidikan Singapura. Dengan pendekatan ini, siswa tidak harus ditempatkan dalam satu jalur akademik yang sama untuk seluruh mata pelajaran.

Sebagai contoh, seorang siswa dapat memiliki kemampuan yang berbeda antara matematika, bahasa, sains, dan bidang lainnya. Sistem ini memberikan ruang agar tingkat pembelajaran pada setiap mata pelajaran dapat disesuaikan. Dengan demikian, siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kekuatan sekaligus mendapatkan dukungan pada bidang yang masih perlu ditingkatkan.

7. Secondary Education dan Sertifikat Pendidikan

Pada sistem sebelumnya, pendidikan menengah mengenal beberapa jalur seperti Express, Normal (Academic), dan Normal (Technical). Namun, sistem tersebut kemudian mengalami transformasi melalui Full Subject-Based Banding.

Mulai 2027, Singapore-Cambridge GCE N(T), N(A), dan O-Level akan digantikan oleh Singapore-Cambridge Secondary Education Certificate untuk ujian yang sesuai dengan tingkat mata pelajaran yang ditempuh. Perubahan ini merupakan bagian dari upaya membuat jalur pendidikan lebih fleksibel.

Karena itu, informasi mengenai sistem pendidikan Singapura sebaiknya selalu dilihat berdasarkan tahun ajaran dan kebijakan terbaru. Struktur pendidikan dapat berubah seiring kebijakan baru dari MOE.

8. Pendidikan Pascasekolah Menengah: Banyak Jalan Menuju Masa Depan

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, siswa Singapura memiliki beberapa pilihan pendidikan pascasekolah menengah. Pilihan tersebut antara lain Junior Colleges atau JC, Millennia Institute, Institute of Technical Education atau ITE, serta polytechnics.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan Singapura tidak hanya menyediakan satu jalur menuju perguruan tinggi. Siswa dapat memilih jalur akademik, teknis, vokasional, maupun pendidikan yang lebih berorientasi pada keterampilan praktis.

9. Junior College dan Jalur Akademik

Junior College atau JC merupakan salah satu pilihan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan dengan orientasi akademik. Program ini menjadi bagian dari jalur menuju pendidikan tinggi dan berkaitan dengan persiapan untuk GCE A-Level.

Selain Junior Colleges, terdapat pula Centralised Institute. MOE mencantumkan jalur tersebut sebagai bagian dari pendidikan pascasekolah menengah bersama ITE dan polytechnics.

Jalur akademik seperti JC dapat menjadi pilihan bagi siswa yang ingin melanjutkan ke universitas. Namun, pilihan pendidikan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan, minat, tujuan studi, dan persyaratan institusi yang dituju.

10. Polytechnic: Pendidikan Diploma yang Lebih Praktis

Polytechnic merupakan pilihan pendidikan pascasekolah menengah yang menarik bagi siswa yang ingin memperoleh pendidikan diploma dengan pendekatan yang lebih praktis. Program polytechnic dapat menjadi jembatan antara pendidikan sekolah dan kebutuhan dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Singapura memiliki beberapa politeknik, termasuk Singapore Polytechnic, Nanyang Polytechnic, Ngee Ann Polytechnic, Republic Polytechnic, dan Temasek Polytechnic. Lembaga-lembaga tersebut tercantum dalam informasi resmi pemerintah mengenai pendidikan tinggi dan pembiayaan pendidikan.

Bagi siswa yang tertarik pada bidang teknologi, bisnis, desain, kesehatan, teknik, komunikasi, dan bidang lainnya, pendidikan politeknik dapat menjadi salah satu jalur yang dipertimbangkan.

11. Institute of Technical Education: Mengembangkan Keterampilan Kerja

Institute of Technical Education atau ITE merupakan salah satu bagian penting dalam sistem pendidikan Singapura. ITE menyediakan jalur yang lebih berorientasi pada keterampilan teknis dan kejuruan.

Pendidikan seperti ini relevan bagi siswa yang menyukai pembelajaran praktik. Selain itu, terdapat pula jalur yang memungkinkan siswa ITE melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi apabila memenuhi persyaratan tertentu.

MOE juga mencantumkan Direct-Entry-Scheme to Polytechnic Programme atau DPP sebagai salah satu jalur yang menghubungkan pendidikan ITE dengan politeknik.

12. Jalur Pendidikan untuk Siswa dengan Minat Khusus

Sistem pendidikan Singapura juga menyediakan berbagai institusi dan program untuk siswa yang memiliki minat atau bakat tertentu. MOE mencantumkan specialised independent schools yang memberikan pendidikan khusus pada bidang seperti seni, olahraga, matematika, sains, dan applied learning.

Selain itu, terdapat specialised schools yang menawarkan program dengan pendekatan lebih praktis. Pilihan seperti ini memberikan alternatif bagi siswa yang memiliki kebutuhan atau minat pembelajaran yang berbeda dari jalur sekolah umum.

Keberadaan berbagai pilihan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu harus berlangsung melalui satu jalur yang sama. Siswa dapat mencari jalur yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan mereka.

13. Perguruan Tinggi: Menuju Pendidikan Tingkat Lanjut

Setelah menyelesaikan pendidikan pascasekolah menengah, siswa dapat melanjutkan ke perguruan tinggi. Singapura memiliki sejumlah autonomous universities atau universitas otonom.

Beberapa universitas yang tercantum dalam informasi pemerintah antara lain National University of Singapore, Nanyang Technological University, Singapore Management University, Singapore University of Technology and Design, Singapore University of Social Sciences, dan Singapore Institute of Technology.

Selain universitas, terdapat pula arts institutions yang memberikan pilihan pendidikan di bidang seni dan kreatif. Dengan demikian, siswa memiliki berbagai pilihan sesuai bidang studi yang ingin ditekuni.

14. Pendidikan Seni dan Industri Kreatif

Tidak semua siswa ingin mengambil jalur pendidikan yang berorientasi pada sains, teknik, bisnis, atau bidang akademik konvensional. Karena itu, pendidikan seni juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan Singapura.

Arts institutions memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang kreatif. Pilihan ini relevan bagi mereka yang tertarik pada seni rupa, desain, pertunjukan, dan bidang kreatif lainnya.

Dengan berkembangnya industri kreatif dan ekonomi digital, keterampilan kreatif juga dapat menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan dan karier seseorang.

15. Pendidikan Sepanjang Hayat: Belajar Tidak Berhenti di Sekolah

Salah satu bagian menarik dari sistem pendidikan Singapura adalah perhatian terhadap lifelong learning atau pembelajaran sepanjang hayat. Konsep ini mengakui bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang lulus sekolah atau universitas.

MOE mencantumkan continuing education and training programmes, work-study programmes, serta berbagai bentuk dukungan bagi pekerja dan profesional sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.

Konsep tersebut semakin relevan karena dunia kerja terus berubah. Teknologi baru, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan perubahan kebutuhan industri membuat seseorang perlu terus memperbarui keterampilannya.

16. Apa yang Bisa Dipelajari Indonesia dari Sistem Pendidikan Singapura?

Mengenal Jenjang Pendidikan di Singapura juga dapat menjadi bahan perbandingan bagi masyarakat Indonesia. Salah satu hal yang menarik adalah banyaknya pilihan jalur pendidikan yang dapat ditempuh siswa setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Sistem tersebut menunjukkan pentingnya menyediakan jalur akademik dan keterampilan secara bersamaan. Siswa yang lebih menyukai pembelajaran praktik tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tanpa harus mengikuti jalur akademik yang sama dengan siswa lainnya.

Selain itu, perubahan Full Subject-Based Banding menunjukkan adanya usaha untuk memberikan fleksibilitas dalam pembelajaran. Siswa dapat mempelajari mata pelajaran pada tingkat yang sesuai dengan kekuatan, minat, dan kebutuhan belajarnya.

17. Pendidikan Singapura Tidak Hanya Berfokus pada Nilai

Perubahan kebijakan pendidikan Singapura menunjukkan adanya perhatian terhadap perkembangan siswa secara lebih menyeluruh. MOE menyebut holistic development sebagai salah satu prioritas, termasuk pengembangan nilai dan keterampilan untuk menghadapi dunia yang terus berubah.

Selain itu, beberapa bentuk evaluasi juga telah dikurangi. MOE menyatakan bahwa ujian tengah tahun telah dihapus pada seluruh jenjang primary, secondary, dan junior college sejak 2025. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan proses belajar dengan perkembangan siswa secara lebih luas.

18. Kesimpulan: Memahami Pendidikan Singapura dari Hulu hingga Hilir

Mengenal Jenjang Pendidikan di Singapura memberikan gambaran bahwa perjalanan pendidikan di negara tersebut terdiri atas berbagai tahap dan jalur. Perjalanan umumnya dimulai dari prasekolah, kemudian primary school selama enam tahun, secondary school, pendidikan pascasekolah menengah, hingga universitas atau institusi pendidikan tinggi lainnya.

Namun, yang tidak kalah penting adalah adanya berbagai alternatif. Siswa dapat memilih jalur akademik melalui Junior College, jalur diploma melalui polytechnic, jalur keterampilan melalui ITE, atau pilihan khusus sesuai minat dan bakat. Setelah itu, pendidikan dapat terus berlanjut melalui perguruan tinggi dan pembelajaran sepanjang hayat.

Bagi pembaca Indonesia, memahami sistem ini dapat menjadi wawasan menarik tentang bagaimana sebuah negara mengatur perjalanan pendidikan dari usia dini hingga dunia kerja. Setiap sistem tentu memiliki konteks, tujuan, dan kebijakan yang berbeda. Oleh karena itu, perbandingan sebaiknya digunakan sebagai bahan belajar, bukan sekadar mencari sistem mana yang paling baik.