Pengalaman Menekuni Usaha Martabak Mini Unyil

advertise here
Pengalaman Menekuni Usaha Martabak Mini Unyil-Memanfaatkan peluang bisnis yang ada disekitar rumah hampir sebulan ini saya mencoba menekuni usaha martabak mini unyil.Kebetulan didekat rumah saya ada sebuah SD dimana setiap jam istrahat murid-muridnya jajan diluar sekolah kebetulan memang tidak ada kantinnya.
Usaha Martabak Mini Unyil

Meskipun waktu istirahatnya Cuma setengah jam tapi banyak murid-murid sekolah yang jajan disekitar sekolah dan menariknya jajannya tidak cuma Rp.500-Rp.1000 ada juga jajannya Rp.2000-Rp.3000 misalnya beli Mie rebus atau Pop Ice.Hal ini menunjukkan uang saku anak sekolah lebih dari Rp.2000 per hari.

Saya berpikir kenapa tidak mencoba berjualan disekolah? Kan lumayan buat nambah-nambah pemasukan selain dari usaha toko sembako dan menjadi penayang adsense dan yang membuat saya semakin tertarik untk berjualan disekolah adalah waktunya singkat tapi calon pembelinya banyak jadi peluang lakunya semakin besar.

Setelah rencana saya mantap untuk berjualan di SD tersebut langkah yang cukup penting berikutnya adalah menentukan berjualan makanan apa yang cepat saji tapi gampang pengolahannya dan modalnya kecil.Ketemulah jajan yang akan saya jual yaitu martabak mini unyil dan sebelum berjualan saya mencoba praktek dulu ternyata dengan modal terigu ¼ Kg saja bisa jadi 20 potong martabak mini unyil.

Langkah berikutnya adalah membuat gerobaknya dan saya membuatnya sendiri menggunakan kayu.Saya membuat gerobak yang bisa diletakkan di motor bukan gerobak dorong alasannya selain hemat kayu biayanya juga lebih murah karena tidak perlu menggunakan roda selain itu gerobak motor memiliki keunggulan dalam mobilitasnya,saya bisa berjualan kemana-mana tanpa perlu mendorong.Meskipun gerobak motor tapi ketika ditempat mangkal gerobaknya saya turunkan ditanah sedangkan motornya diparkir.

Dengan diletakkannya gerobak ditanah anak-anak bisa meilihat langsung sehingga lebih menarik perrhatian dibandingkan dengan gerobak yang diletakkan dimotor.Selain itu mengolah martabaknya juga lebih mudah dan lebih aman karena jauh dari motornya.Setelah gerobak jadi saya membeli peralatannya seperti Cetakan martabak mini,kompor gas komplit,ember,Loyang,tempat meses,tempat mentega,tempat selai,tempat gula pasir dan lain-lain.

Setelah semuanya siap pada tanggal 7 Februari 2017 saya mulai berjualan karena baru pertama saya hanya membuat adonan ¼ kg terigu dan ternyata anak-anak suka martabak mini terbukti langsung ludes akhirnya keesokan harinya saya tambah adonannya menjadi ½ Kg terigu dan sampai sekarang saya membuat adonan dikisaran ½ sampai ¾ kg.Berapa penghasilan yang saya dapatkan? Dari setengah jam berjualan omsetnya berkisar antara Rp.40.000 sampai Rp.60.000 itu baru satu tempat.

Baca kisahnya : Setengah Jam Penuh Harapan

Jika saya ingin menambah omset saya harus menambah rit atau mangkal di tempat lain seperti yang dilakukan pedagang lain seperti penuturan tukang martabak mie satu hari bisa lebih dari 6 rit per hari.Bayangkan jika saya mampu berjualan sebanyak 6 rit sedangkan satu rit menghabiskan ½ kg saja berarti kalau saya bisa berjualan sebanyak 6 kali bisa habis 3 kg adonan atau 240 potong martabak dengan harga perpotong Rp.1000 omsetnysa bisa Rp.240.000 perhari.

Sayangnya saya tidak memiliki banyak waktu karena harus mengurus toko sembako dan anak jadi sementara 1 Rit dulu sambil menunggu ada waktu longgar dan mencari-cari tempat mangkalnya.Setelah saya menjalani sendiri berjualan makanan di SD saya jadi tahu potensi usaha kulkiner yang menyasar anak sekolah cukup menjanjikan walaupun Cuma berjualan keliling dan modalnya tidak terlalu besar yang terpenting ulet.

Demikianlah pengalaman saya menekuni Usaha martabak Mini Unyil semoga bisa menginspirasi anda untuk berwira usaha khususnya di bidang usaha kuliner.

1 komentar:

avatar

jadi sekarang mas dwi jadi juragan martabak mini ya

Berkomentarlah sesuai topik No Link No Spam

Click to comment