Dwisu Web Id

Dwisu Web Id
Iklan
thumbnail

Turunnya Hujan Antara Berkah Dan Cobaan

Posted by Dwi Sugiarto on Sabtu, 21 Oktober 2017

DWISU.WEB.ID,Turunnya Hujan Antara Berkah Dan Cobaan-Turunnya hujan harus kita akui sebagai sebuah nikmat yang tak ternilai yang diberikan oleh Allah SWT yang wajib kita syukuri.Para petani bersuka ria karena sawahnya menjadi subur,mata air kembali mengalir,Hutan-hutan kembali menghijau Suhu udara terasa sejuk.

Namun disisi lain Hujan kerap menjadi musibah misalnya datangnya banjir bandang,longsor dan kalau kita mau berpikir itu bukan salah hujan,manusialah sebenarnya yang menyebabkannya entah karena penebangan liar hutan,pembangunan perumahan yang semakin padat tanpa menyisakan sumber tanah resapan.

Meskipun bukan musibah turunnya hujan bagi sebagian kalangan menjadi sebuah cobaan.Mereka tidak melakukan perusakan lingkungan namun terkena imbas dari turunnya hujan sehingga bisa saya katakan musibah/bencana lebih kearah azab dari Allah sedangkan cobaan lebih kearah teguran dari Allah.

Salah satu pihak yang terkena imbas akibat turunnya hujan adalah para pedagang kaki lima/keliling.Jika turun hujan lebat mereka tidak bisa berjualan apalagi jika biasanya mereka mangkal ditempat-tempat terbuka seperti sekolah atau pasar kaget sehingga praktis mereka tidak mendapatkan penghasilan.

Baca juga :
Ketika Penyakit Lupa Datang Usahapun merugi
Usaha Tidak Selamanya Membawa Hasil Maksimal
Berburu Tempat Mangkal Mini Martabak Baru

Pengalaman merugi akibat turunnya hujan pernah saya alami yaitu saat berjualan martabak mini pada musim hujan tahun lalu dimana baru saja saya datang ke pasar kaget pada sore hari tiba-tiba saja hujan deras disertai angin kencang datang sampai-sampai payung tendanya roboh.Praktis semua pedagang termasuk saya kocar-kacir mencari tempat berteduh dan hujan berlangsung cukup lama sehingga hari itu saya sama sekali tidak mendapatkan penghasilan bahkan merugi karena harus membuang adonan martabak.

Sejak kejadian itu jika saya mau berjualan tapi suasananya mendung saya lebih memilih menunggu tidak buru-buru membuat adonan dulu sampai cuacanya membaik kecuali jika pas berangkat cuaca terang tapi ditengah jalan pas berjualan hujan itu sudah resiko jika memang bisa berjualan saya teruskan jika tidak ya terpaksa tutup.

Musim Penghujan tahun ini sepertinya sudah mulai datang terbukti beberepa kali turun hujan lebat meski tidak sering.Bagi penjual makanan seperti saya dan yang lainnya,turunnya hujan menjadi sebuah momok karena sudah terbayang penghasilan yang biasa didapatkan tidak akan bisa diraih.

Seperti yang terjadi pada Hari Rabu Kemarin,Biasanya pada hari Rabu bisa dibilang puncaknya omset berjualan martabak manis unyil.Saya pernah berhasil menjual 240 potong martabak.Namun sayangnya Pas siang hari turun hujan dan diperparah sore harinya disaat waktunya mangkal dipasar kaget hujan juga akhirnya omset jualan saya menurun drastis.

Saya sadar turunnya hujan bisa menjadi sebuah cobaan bagi saya dan pedagang lainnya dan menguji saya apakah saya bisa bersabar.Masih beruntung saya memiliki sumber penghasilan lainnya bagaimana dengan mereka yang hanya mengandalkan satu usaha saja Bisa jadi hari ini rezeki saya dipatok sebesar itu tapi dikemudian hari ditambah oleh Allah SWT.
10.55
thumbnail

Ketika Penyakit Lupa Datang Usahapun Merugi

Posted by Dwi Sugiarto on

DWISU.WEB.ID,Ketika Penyakit Lupa Datang Usahapun Merugi-Lupa kerap dijadikan alasan pembenaran suatu kesalahan misalnya lupa bayar utang,lupa membayar belanjaan sehingga bisa bebas dari kesalahan bahkan didalam agama Islampun seseorang yang meninggalkan ibadah karena lupa tidak dicatat sebagai kesalahan sampai dia ingat.

CETAKAN MARTABAK

Namun apa jadinya jika penyakit lupa berhubungan dengan urusan bisnis sudah pasti urusannya jadi runyam bahkan tak jarang berakhir dengan kerugian.Seperti yang baru saya alami kemarin pada hari Kamis 19/10/2017 usaha saya merugi gara-gara penyakit lupa saya datang.Kok Bisa? Begini ceritanya…

Sudah hampir 8 bulan saya menekuni usaha sampingan martabak manis mini.Yah namanya bisnis kecil-kecilan omsetnya juga dikisaran puluhan ribu hingga ratusan ribu beda dengan bisnis toko sembako yang bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah perhari.

Meskipun omsetnya kecil tapi saya merasakan kenikmatan menekuninya karena saya hobi masak dan suka kuliner.Saya merasa mendapatkan kenikmatan tersendiri jika martabak manis mini buatan saya ludes terjual.Saya juga mendapatkan wawasan baru seputar dunia bisnis dan kuliner yang meyasar anak sekolah dari teman sesama pedagang kue disekolah kebetulan saya kebanyakan mangkal disekolah dan itu bisa menjadi ide Tulisan dibeberapa blog saya.

Setiap pagi,siang dan sore saya mangkal disekolah SD dan TPA dan mangkalnya nggak lama-lama paling lama 1,5 jam.Mangkal di SD itu enaknya waktunya sebentar misalnya saja pada jam pulang sekolah ramainya Cuma 10-15 menit jadi saya harus sudah siap menjual ketika jam pulang.Namun ini juga yang menjadi kelemahannya karena waktunya sebentar,kalau 10-15 menit setelah bel pulang sepi pembeli ya benar-benar sepi akhirnya.

Makanya terkadang martabak mini manis saya masih sisa dan kalau sudah begitu saya mengurangi adonan.Kalau saya prinsipnya yang penting habis biarpun omsetnya kecil sehingga tidak membuang adonan.Namun sesepi-sepinya mangkal disekolah tak kurang saya bisa menjual 40 potong martabak mini.

Kelemahan lainnya adalah saya tidak boleh lupa membawa peralatan mencetak martabak seperti cetakan,sendok adonan,Loyang karena akibatnya bisa fatal seperti yang baru saya alami kemarin.Hari itu saya akan mangkal pada jam pulang sekolah yaitu jam 15.00 namun hari itu pas Hujan namun Karena saya sudah terlanjur membuat adoan saya memutuskan untuk tetap jualan.

Baca juga :
Usaha Tidak Selamanya Membawa Hasil Maksimal
Berburu Tempat Mangkal Martabak Mini Baru
Pengalaman Menekuni Usaha Martabak Mini Unyil

Namun hingga jam 14.45 hujan tak kunjung reda akhirnya dari pada adonan terbuang saya memutuskan berjualan meski masih hujan kebetulan sudah kecil.Waktu itu karena Suasana hujan dan buru-buru saya serba cepat apalagi sebentar lagi waktu pulang.Saya masih ingat waktu itu saya berangkat jam 15.00 kurang 10 menit dan saya bawa motornya pelan-pelan karena saya bawa payung tenda dan jalannya licin.

Begitu sampai disana tepat jam 15.00 saya langsung menurunkan gerobak ketempat mangkal namun saya sangat terkejut ternyata saya lupa membawa cetakan martabaknya.”Waduh ! Celaka ….” Pikir saya.Tidak membawa cetakan martabak sama saja saya tidak bisa berjualan dan jika saya pulang lagi kerumah untuk mengambil cetakan waktunya sudah mepet tentu anak-anak sudah keburu pulang karena paling-paling 10-15 menit sekolah sudah kosong.

Akhirnya dengan langkah gontai saya menghidupkan motor dan memutuskan untuk pulang dan tidak jadi berjualan pada hari itu.Sepanjang perjalanan saya mengutuk diri saya sendiri ,“Kok bisa lupa…” namun akhirnya saya menyadari ini sebuah musibah dan saya harus bersabar menyikapinya.

Sesampainya dirumah istri saya bertanya-tanya, “Kok Cepat pulangnya?” dengan kesal dan sedikit menyalahkan saya mengatakan,”Lupa bawa cetakan martabaknya jadi tidak bisa jualan,Ibu Sih tidak mengingatkan!”.Istri saya Cuma heran dan mengatakan,”Kok Menyalahkan Ibu Sih!”.

Itulah kisah saya Ketika Penyakit Lupa datang usahapun Merugi karena adonan yang sudah saya buat tidak terjual dan Mudah-mudahan kedepannya saya lebih teliti ketika akan berangkat berjualan.
06.58
thumbnail

Kupilih Daikin AC Terbaik Sahabat Keluarga Sehat

Posted by Dwi Sugiarto on Rabu, 18 Oktober 2017

Salah satu hal yang tidak saya suka tinggal diperumahan adalah masalah polusi udara.Anda pasti tahu namanya juga perumahan apalagi didaerah perkotaan seperti perumahan saya didaerah Bekasi Jawa Barat dimana kebanyakan pengembang lebih mementingkan aspek bisnis dari pada lingkungan makanya jangan heran jika jumlah unit rumahnya banyak tapi ruangan terbuka hijaunya terbatas bahkan tidak ada sama sekali.

Akibatnya ketika musim kemarau tiba suhu udara terasa panas meskipun berada didalam rumah sehingga rumah yang seharusnya nyaman dihuni justru menjadi masalah belum lagi jarang ditemukan pepohonan sebagai penghasil udara bersih(gas 02) yang dibutuhkan oleh tubuh apalagi ditambah kebiasaan penghuni perumahan yang kurang sehat seperti membakar sampah,daun atau rumput sembarangan sehingga menimbulkan polusi udara.

Hal ini saya rasakan betul diperumahan saya saat ini,saya suka kesal ketika ada tetangga yang bakar-bakar sampah atau limbah kayu padahal ada mobil sampah yang rutin mengambil sampah atau pemulung kayu.Dan itu hampir saya temukan tiap hari dan saya tahu asap tersebut tidak baik untuk kesehatan.Masalah tidak hanya sampai disitu saja ketika musim kemarau tiba,debu-debu seringkali berterbangan hingga masuk kerumah yang lama-kelamaan akan menumpuk.

Sadar akan bahaya polusi bagi kesehatan keluarga saya apalagi saya memiliki anak yang masih kecil,saya berencana akan membeli AC atau mesin pendingin udara karena selama ini saya hanya mengandalkan kipas angin yang tentu saja tidak menyelesaikan masalah hanya mengurangi suhu udara yang panas sedangkan polusi udara masih menjadi momok bagi kesehatan keluarga saya.

Namun yang menjadi ganjalan bagi saya adalah masalah konsumsi daya listrik karena saya tahu AC yang digunakan terus menerus misalnya saat tidur malam sampai pagi atau saat siang hari tentu daya listrik yang dibutuhkan tidak sedikit.Jangan-jangan listriknya boros sehingga tagihan listrik yang sudah tidak disubisidi lagi menjadi membengkak?

Setelah saya mencoba mencari-cari AC ke situs marketplace,Saya menemukan sebuah produk AC yang ternyata Hemat energi,tak tanggung-tanggung penghematannya bisa mencapai 30%.Penasaran saya klik produknya yang ternyata produk keluaran Daikin.


AC Daikin

Saya tidak akan mereview  produk yang menjadi incaran saya tersebut namun saya hanya ingin memberikan alasan kenapa saya lebih memilih Produk AC Daikin.Pertama,AC Daikin menggunakan teknologi terkini yaitu Teknologi Inverter.Dengan teknologi ini waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkan udara lebih cepat dibandingkan dengan AC biasa,Penggunaan daya listrik saat pertama kali dihidupkan lebih rendah dan pendinginan udara stabil tidak naik turun seperti AC biasa.

Hal ini bisa terjadi karena didalam unit AC Berteknologi inverter ditanamkan  sirkuit yang mampu mengatur kerja kompresor sesuai dengan kebutuhan bahkan mampu mengontrol kecepatan motor kompresor.Seperti kita ketahui kompresor merupakan komponen AC yang paling banyak menguras daya listrik karena menggunakan motor listrik.Itulah mengapa AC Daikin dengan teknologi inverternya merupakan AC Hemat Energi.

AC Daikin

Alasan Kedua,AC Daikin menggunakan bahan pendingin R-32 yang merupakan bahan pendingin generasi terbaru.Dengan  R-32 panas yang disalurkan lebih efesien sehingga mampu mengurangi konsumsi listrik sebesar 10 % jika dibandingkan dengan bahan pendingin (Refrigant) lainnya.R-32 juga lebih ramah lingkungan karena nilai potensi pemanasan globalnya lebih rendah.

Jadi 2 Alasan itulah yang membuat saya tertarik untuk memilih AC Daikin sebagai AC Terbaik Sahabat keluarga.Jangan lupa Kalau AC Ya Daikin !

Sumber Gambar : http://www.daikin.co.id
11.12
thumbnail

Usaha Tidak Selamanya Membawa Hasil Maksimal

Posted by Dwi Sugiarto on Senin, 16 Oktober 2017

DWISU.WEB.ID,Usaha Tidak Selamanya Membawa Hasil Maksimal-Sering kita dengan Nasihat dari pengusaha sukses yang mengatakan kalau ingin sukses tekuni usaha secara konsisten.Nasihat tersebut memang benar adanya karena dengan kita konsisten menekuni usaha maka kita jadi tahu seluk beluk usaha yang kita jalani sehingga makin lama kita makin menguasai usaha tersebut dan menjadi jalan sukses.
Usaha MARTABAK MINI

Namun adakalanya usaha yang kita lakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal atau lebih parah lagi merugi sehigga tak jarang sebagian pelaku usaha memutuskan untuk berhenti menekuni usahanya alias gagal.Seringkali saya temui dijalan-jalan gerobak yang tadinya buat jualan dipasang tulisan “dijual”.

Usaha yang tidak membawa hasil maksimal pernah juga saya alami bahkan belum lama terjadi walaupun saya tidak merugi namun keuntungannya minim alias hasilnya tidak maksimal.Kebetulan saat ini saya sedangkan menekuni usaha kecil-kecilan martabak mini unyil seharga Rp.1000 per potong dengan target pasar anak-anak usia sekolah SD-SMP.

Baca juga :
Berburu Tempat Mangkal Martabak Mini Baru
Menekuni Bisnis Baru Perlu Menjadwal Ulang Waktu Ngeblog 
Pengalaman Menekuni Usaha Martabak Mini Unyil

Pemasaran yang saya laukan adalah dengan mangkal ditempat-tempat tertentu ,jam tertentu dan lebih dari satu tempat.Beberapa lokasi mangkal sudah pernah saya coba namun hasilnya tidak selamanya maksimal ada juga yang sepi pembeli.

Contohnya yang baru saja terjadi di 3 hari Minggu dibulan ini.Kebetulan saya mencoba tempat mangkal baru khusus untuk hari Minggu dipagi hari dimulai sekitar pukul 6.00 sampai 7.30.Lokasinya tidak jauh-jauh di gerbang pintu masuk blok perumahn saya di Mega regency Cikarang jaraknya Cuma 100 meter.

Kenapa saya memilih mangkal dihari Minggu? Alasannya karena saya biasanya berjualan dihari-hari anak sekolah sedangkan hari Minggu libur jadi saya ingin memanfaatkan hari Minggu untuk mencoba mangkal dilokasi yang baru siapa tahu hasilnya maskimal.

Dilokasi tersebut sudah ada penjual kue pukis dan Burger dan saya lihat dagangan mereka laku sehingga saya juga ingin mencobanya.Pada Minggu pertama bulan Oktober atau tanggal 1/10 2017 saya mulai mangkal dilokasi tersebut.Hasilnya? kurang maksimal saya hanya mampu menjual sekitar 20-30 potong martabak mini berbeda dengan pedagang kue pukis dan burger yang laku dan kebanyakan sudah langganan karena saya lihat sudah saling kenal.

Saya tetap berpikir positif mungkin karena saya baru pertama kali berjualan sehingga belum banyak yang tahu.

Pada Minggu ke-2 tangal 8/10 2107 saya mencoba berjualan untuk yang ke-2 kalinya,Hasilnya? Tak jauh beda omsetnya dengan Minggu sebelumnya.Begitu pula pada Minngu ke-3 tanggal 15/10 2017 padahal adonan sudah saya kurangi tapi tetap tidak habis juga.

Dengan hasil ini tentu membuat saya bimbang mau mangkal disitu lagi atau tidak karena hasilnya jauh beda jika saya mangkal didepan sekolah yang bisa mencapai 80 potong martabak sekali berjualan atau dipasar kaget bisa mencapai 120 potong sekali jualan.

Kesimpulan yang bisa saya dapatkan dari pengalaman saya ini adalah tempat mangkal yang paling cocok buat usaha martabak mini unyil adalah disekolah baik pada jam sebelum masuk sekolah,istirahat atau pulang sekolah.

Sedangkan jika mangkal ditempat-tempat umum seperti jalan perumahan hasilnya tidak bisa cepat dirasakan karena harus sosialisasi dulu dan itu butuh waktu sampai orang disekitar komplek tersebut tahu kalau saya berjualan martabak mini unyil dan itu tidak menjamin nantinya ramai jadi butuh keberanian dan siap dengan resikonya dan usaha tidak selamanya membawa hasil yang maksimal tapi dari situ saya bisa belajar banyak agar kedepannya jualan saya laku.

Semoga Bermanfaat!

05.48
thumbnail

Berburu Tempat Mangkal Martabak Mini Baru

Posted by Dwi Sugiarto on Selasa, 10 Oktober 2017

DWISU.WEB.ID,Berburu Tempat Mangkal Martabak Mini Baru-Usaha apapun kalau ditekuni secara serius meskipun kelihatannya remeh hasilnya akan menjanjikan,Betul? contohnya seperti usaha yang sudah saya tekuni selama 8 bulan ini yaitu usaha martabak mini.Meskipun modalnya kecil caranya gampang tapi cepat dapat untungnya.

Tempat Mangkal Martabak

Ide awal kenapa saya mau mencoba usaha martabak mini karena ingin memanfaatkan waktu luang saya selain mencari penghasilan dari internet.Saya teringat pesan almarhum bapak saya yang mengatakan kalau mau cari usaha itu yang waktunya singkat tapi cepat dapat uangnya seperti usaha Ibu saya dikampung dengan jualan nasi rames.

Nah…kebetulan didekat rumah saya ada sebuah sekolah dasar Swata dan kalau jam istirahat siswanya jajan diluar sekolah.Munculah ide untuk mencoba jualan disekolah dan saya memilih usaha martabak mini manis unyil alasannya caranya gampang dan modalnya kecil.

Baca juga :
Salah jenis terigu Martabak Mini Hasilnya Jelek
Menekuni Bisnis Baru Perlu Menjadwal Ulang Waktu Ngeblog
Pengalaman Menekuni Usaha Martabak Mini Unyil

Pertama kali mangkal disekolah SD martabak mini manis unyil saya langsung diserbu anak-anak.Beberapa bulan saya mangkal disitu tapi lama kelamaan minat anak-anak menurun dari yang tadinya bisa menghabiskan 40 potong turun hingga setengahnya.

Ahirnya saya memutuskan untuk mencari tempat mangkal baru yaitu di TPA dekat rumah saya pada sore hari.Ternyata hasilnya lebih memuaskan disitu diawal-awal saya mangkal saya bisa menjual 80 potong martabak hanya dalam waktu 1,5 jam saja.Hal ini tentu sangat menggembirakan karena mangkal sebentar tapi cepat dapat duit.

Bulan Juli 2017 lalu anak sulung saya mulai bersekolah di SD Negeri dimana lokasinyan kurang lebih 1 Km sehingga saya harus mengantar pulang pergi sehingga pada pagi hari saya tidak bisa berjualan martabakl mini lagi pada jam istirahat karena bentrok dengan jam pulang sekolah.Akhirnya saya hanya berjualan martabak mini manis pada sore hari saja.

Namanya juga orang dagang terkadang ramai terkadang sepi sehingga kalau hanya mangkal sekali hasilnya kurang memuaskan apalagi jam mangkalnya hanya sebentar.Muncullah ide untuk berburu tempat mangkal martabak mini baru dan saya memilih waktu pada pagi hari sekitar jam 6 an alasannya martabak manis mini cocok disantap pada pagi hari dan saya masih tetap bisa mengantar anak saya sekolah karena masuknya jam 7.30.

Mulai Mangkal Di SD IT AL FIQRI

Tadinya saya bingung mencari tempat mangkalnya mau ke sekolah TK atau SD.Untungnya ada pelanggan martabak mini manis saya yang memberitahukan kalau disekolahnya pada pagi hari banyak yang jualan dan setelah saya Tanya belum ada tukang martabak mini unyil.Ketika saya Tanya Sekolahnya dimana pelanggan saya yang masih anak-anak mengatakan di SD IT Al FIQRI.

Menurut informasi yang saya dapat sekolah tersebut masuk pada jam 7.00 dan pulang jam 15.00.Sebelum saya mangkal saya survey tempat dulu dengan mendatangi langsung SD tersebut pada pagi hari dan ternyata ada teman sesama pedagang yagn saya kenal yang biasa mangkal bareng di Pasar kaget.

Kesempatan ini saya gunakan untuk bertanya apakah disamping teman saya tersebut ada pedagang lain yang mangkal katanya ada tapi disampingnya kosong.Akhirnya saya memutuskan akan mangkal disitu.Pada hari pertama mangkal dipagi hari saya beranngkat dari rumah jam 6.15, saya membawa adonan martabak mini untuk ukuran 60 potong martabak dan Alhamdulillah meskipun baru pertama tapi jualan saya habis begitu juga dihari-hari berikutnya kalau masih sisa juga tidak banyak.

Saya juga mencoba mangkal pada jam pulang sekolah yaitu jam 15.00 tapi saya membawa porsi lebih sedikit yaitu untuk 40 potong martabak mini dan Alhamdulillah habis juga jadi 2 kali mangkal saya bisa menjual sekitar 100 potong martabak mini manis sebuah angka yang menurut saya cukup lumayan dan saya masih tetap bisa mencari penghasilan dari internet.

Saya sangat bersyukur dengan hasil jualan di SD tersebut karena bisa nambah nambah penghasilan dan jika ditambah hasil mangkal sore hari saya bisa menjual sekitar 160 potong martabak mini manis unyil.Semoga omset tersebut bisa bertahan atau syukur-syukur bisa meningkat.Aaamiin.

Demikianlah Kisah saya berburu tempat Mangkal Martabak Mini Manis Unyil Baru Semoga bermanfaat! Ingin tahu kisah-kisah lainnya seputar bisnis offline,Adsense atau lainnya dari saya? Silahkan like Fanspage Blog Dwi Sugiarto.

10.20