Ketika Hak Parkir Gratis Terampas

Ketika Hak Parkir Gratis Terampas

DWISU.WEB.ID, Ketika Hak Parkir Gratis Terampas – Sebulan yang lalu sebelum bulan Ramadhan terkadang saya harus belanja keminimarket diperumahan saya seperti Alfamart atau Indomaret entah itu untuk sekedar belanja kebutuhan sehari-hari, beli pulsa, bayar tagihan listrik, PAM atau bahkan membayar tagihan belanja dimarketplace.


Salah satu alasan saya kenapa memilih diminimarket tersebut karena parkirnya gratis jadi meskipun saya datang keIndomaret cuma sekedar untuk bayar tagihan listrik atau beli pulsa, saya tidak perlu mengeluarkan biaya parkir yang rata-rata dipatok Rp.2000 ditempat lain misalnya pasar atau ruko tertentu.

Tapi layanan parkir gratis tersebut sudah tidak bisa saya rasakan lagi karena sejak bulan puasa kemarin setiap yang parkir dipungut biaya alias berbayar dan anehnya lahan parkir tersebut dikelola oleh pihak luar atau kelompok masyarakat tertentu hal ini saya ketahui dari edaran yang ditempelkan diminimarket. Kebijakan ini berlaku untuk setiap minimarket baik Alfamart atau Indomaret diperumahan saya.

Siapa yang untung dibalik kebijakan Parkir berbayar?

Kebijakan ini mau tak mau harus diterima pelanggan minimarket dengan kata lain harus mengeluarkan dana lebih untuk bisa berbelanja keminimarket. Lalu siapa yang paling diuntungkan dengan adanya parkir berbayar ini?

Bagi pelanggan khususnya pengguna motor meskipun harus mengeluarkan Rp.2000 sekali parkir namun dari sisi keamanan lebih terjamin apalagi diperumahan saya rawan pencurian kendaraan bermotor. Sedangkan bagi minimarket sendiri bak pisau bermata dua meski tidak kecipratan uang parkir karena kebijakan asalnya membebaskan biaya parkir, tetap saja menguntungkan karena dengan adanya tukang parkir akan mengurangi tindakan pencurian motor sehingga pelanggan pun lebih nyaman berbelanja walaupun sebenarnya parkir gratis menjadi daya tarik pelanggan.

Yang jadi masalah adalah pelanggan yang lebih mengejar harga murah karena jika Cuma belanja satu atau dua barang tentunya harga yang dibayar jadi lebih mahal sebagai contoh kalau saya hanya beli pulsa meskipun murah otomatis biayanya jadi tambah Rp.2000 tentunya lebih menguntungkan jika beli ketetangga atau penjual pulsa.

Pihak yang paling diuntungkan tentunya pihak ke-3 yang mengelola parkir karena bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus mengeluarkan modal tapi potensi penghasilannya menjanjikan bayangkan jika sehari ada 200 motor x Rp.2000 penghasilannya bisa mencapai Rp.400.000 per hari. Bandingkan dengan pebisnis makanan untuk mendapatkan omset sebesar itu harus mengeluarkan modal yang  tidak sedikit. Makanya jangan heran jika bisnis parkir ini menjadi rebutan berbagi pihak walaupun pada mulanya parkir graitis.

Siapapun yang diuntungkan dari adanya parkir berbayar ini tapi yang pasti masyarakat terampas haknya untuk mendapatkan lahan parkir gratis itulah wajah Negeriku Indonesia.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

Tidak ada komentar

Berkomentarlah sesuai topik No Link No Spam