Skip to main content

Catatan Mudik Lebaran 2019 Ini Ceritaku

Mudik 2019

DWISU.WEB.ID – Lebaran 2019 telah usai saatnya kembali beraktifitas seperti biasanya. Saya sendiri Alhamdulillah bisa mudik lebaran kekampung halaman didesa Balapulang Kulon Balapulang Kabupaten Tegal. Saya berangkat mudik pada H-2 atau Senin 3 Juni 2019 dan balik lagi ke Cikarang Bekasi pada Rabu 12 Juni 2019. Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi cerita seputar perjalanan mudik dan kegiatan selama dikampung Halaman.

Saya mudik ke Tegal menggunakan Mobil pribadi nebeng Adik saya yang kebetulan masih berdekatan rumahnya. Memang saya sudah 2 kali lebaran mudik bersama adik saya. Untungnya mobil yang digunakan jenis APV jadi bisa muat banyak. Total semua penumpang ada 10 orang, Sesak Dong? Itu belum termasuk barang bawaan. Untungnya kebanyakan penumpangnya anak-anak, orang dewasanya hanya 4 jadi bisa muat semuanya.

Kami berangkat melalui Gerbang Tol Cikarang Utama Sekitar Jam 15.00. Sengaja memilih jam tersebut untuk mengantisipasi kemacetan karena saat itu masih bulan puasa jadi kemungkinan pemudik akan memilih berangkat selepas buka puasa. Perjalanan melalui jalan Tol Cikarang terbilang cukup lancar hanya pada KM 46 terjadi kepadatan tapi tidak sampai macet.

Sesampai di Gerbang Tol Pejagan Brebes kami keluar dan memilih melalui jalur Brebes kearah Jatibarang (Pabrik Gula) tembus ke Balapulang Wetan (Pertigaan Tegongan). Meski tidak melalui jalan Tol namun perjalanan relatif lancar tidak mengalami kemacetan. Saya sebagai pemudik mengapresiasi pemerintah dalam mengantisipasi arus mudik sehingga perjalanan kami lancar tidak seperti Lebaran ditahun sebelumnya.

Sampai dirumah sekitar pukul 19.30 Alhamdulillah perjalanan kami lancar. Saya masih bisa merasakan sahur pada hari terakhir bersama keluarga besar. Momen ini tentu cukup berkesan bagi saya, istri dan anak saya karena bisa berkumpul bersama. Apalagi orang tua saya tinggal Ibu sedangkan Bapak sudah meninggalkan kami semua 2 tahun yang lalu.

Hari yang ditunggupun tiba yaitu Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Seperti biasanya keluarga besar sholat Idul Fitri dilapangan Sepak Bola Desa Balapulang Kulon. Selepas sholat kami sungkeman ke Ibu. Momen ini buat saya paling mengharukan tak jarang sampai meneteskan air mata. Tak lupa saya minta didoakan Ibu agar semuanya lancar.

Selepas sungkeman barulah kami semua menikmati kuliner khas lebaran apalagi kalau bukan lontong plus opor ayam rendang daging Sambal Tauco plus krupuk mie. Puas menikmati kuliner lebaran seperti biasanya kami bersama keluarga besar Ziarah ke Makam Bapak yang lokasinya sekitar 1 Km menggunakan 2 Mobil.

Sesampainya di Makam Bapak kerinduan akan sosok Bapak hadir dibenak saya, Saya selalu mendoakan Bapak agar tenang di Alam sana. Doa dan Zikir tak lupa dikumandangakan yang dipimpin adik saya. Selesai Berziarah kami menerima silaturahmi dari saudara kebetulan Almarhum Bapak  dianggap paling tua.


Sholat Idul fitri sudah, Silaturahmi sudah keesokan harinya saya memilih untuk pergi kerumah Mertua di Bumiayu. Sudah beberapa tahun saya tidak pulang ke Bumiayu dan itu karena keadaan maklum anak-anak saya masih kecil jadi repot kalau diajak bepergian jauh. Tapi sekarang sudah mulai tidak rewel jadi saya berani mengajak kesana.

Baca juga : Saya Adalah Seorang Influencer

Dari Balapulang Kulon saya menggunakan Bus Umum dan Alhamdulillah Busnya masih kosong jadi Saya dan keluarga bisa duduk semua padahal masih suasana Idul Fitiri. Biasanya sih banyak penumpangnya. Ongkos yang dipatok Rp.60.000. Sayangnya perjalanan menuju Bumiayu tidak semulus yang saya kira karena Macet hingga 2 jam di desa Linggapura.

Kamipun bisa sampai di rumah (Lugu) orang tua istri saya di Bumiayu yang lokasinya tidak jauh dari Masjid Agung Baiturahman Bumiayu. Hampir sama di Balapulang di Bumiayu pun keluarga besar disana bersilaturahmi kerumah saudara. Saya disana hanya 2 hari saja jadi tidak sempat berkunjung ketempat wisata seperti Taman Buah Kaligua.

Hal ini saya lakukan karena pulang atau arus baliknya saya ikut dengan Adik saya yang lain jadi takut mereka buru-buru mau pulang ke Bekasi lagi. Rencananya sebenarnya hari Senin 10 Juni 2019 kami akan balik lagi ke Bekasi namun ternyata Ibu saya jatuh sakit, akhirnya kami mengurungkan niat pulang ke Bekasi. Untuk menghilangkan kejenuhan terutama anak-anak kami menyempatkan diri jalan-jalan ke Bendungan Danawarih. Barulah pada hari Rabu 12 Juni 2019 kami bisa pulang lagi ke Bekasi.

Berbeda dengan arus balik yang memilih gerbang tol Pejagan pada arus balik adik saya memilih melalui Gerbang Tol Tegal yang baru diresmikan tahun lalu. Kami berangkat sekitar Pukul 8.00 pagi. Perjalanan bisa dibilang relatif lancar bahkan lebih cepat dibandingkan lewat Pejagan Brebes. Tegal hingga gerbang Tol Cikarang Utama Cuma ditempuh 4 jam saja. Alhamdulillah akhirnya tradisi mudik lebaran bisa saya lalui tanpa halangan yang berarti.

Itulah cerita saya tentang Mudik Lebaran 2019 Mana ceritamu?
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar