GpO5TpO9GUr0Gpd7GUYlBSz5Gd==
Light Dark
Ini yang Akan Saya Lakukan Setelah Channel Dismonetisasi

Ini yang Akan Saya Lakukan Setelah Channel Dismonetisasi

Youtube saat ini bukan lagi sumber tontonan favorit netizen dunia, saat ini Youtube harus bersaing dengan Tiktok dan Facebook pro.
Daftar Isi
×

Nasi sudah jadi bubur, gara gara sebuah channel seumur jagung, semua channel saya terancam ikut terdampak. Inilah yang saya alami sekarang. Tanggal 29 Januari kemarin channel Martabak & Street Food World terkena dismonetisasi. Apesnya lagi channel tersebut divonis kontennya tidak otentik padahal tidak 100% benar. Konten jenis ini menurut Youtube konten sampah atau low value.

Channel Tumbang Salah Siapa?

Ada pertanyaan besar, kenapa baru sekarang dismonet? kenapa dari pertama mengajukan di tolak saja? dari sini sudah menunjukkan ada sistem dari Youtube yang tidak beres. Sejak channel tersebut diterima, saya selalu upload video orisinil hasil dari rekaman HP bukan reupload atau generate Ai.

Kearoganan Youtube semakin terlihat ketika memberikan opsi banding tapi memberi ancaman jika tidak lolos banding, channel yang lain ikut terdampak tidak peduli meski pun kontennya orisinil.

Jika memilih tidak melakukan banding pun tetap beresiko terkena dismonetasi channel lainnya. Ini sudah di buktikan dengan banyaknya kreator youtube yang mengeluh channelnya dismonetisasi atau terjadi dismonetisasi massal.

Kreator pun jadi serba salah, banding kena dismonet tapi nggak banding juga sama.

Jika memang kontennya sampah, repetitif, low value atau low effort tentu salahnya kreator. Tapi jika ada channel yang ori tapi ikut terdampak, ini menurut saya yang tidak adil. Harusnya cukup channel yang kontennya tidak otentik yang kena sangsi.

Apakah kreator akan diam saja?

Youtube saat ini bukan lagi sumber tontonan favorit, saat ini youtube harus bersaing dengan Tiktok dan FB pro. Saya pernah menonton reel FB dari Alman Mulyana yang juga youtuber, menurut beliau, penghasilan dari facebook pro lebih besar dari pada youtube.

Ada juga pernyataan dari youtuber terkenal Farida Nurhan yang memilih Pamit dari youtube dan pindah ke Tiktok, Instagram dan Facebook yang menurutnya lebih menjanjikan. 

Menurut opini saya, kedepannya akan semakin berkurang jumlah kreator Youtube. Faktor utama bisa dari penghasilan dan aturan yang EKSTRA ketat.

Kebijakan pengelakan atau chanel terkait menjadi Salah satu aturan yang menakutkan bagi para kreator. Jika sudah pernah dismonet maka namanya sudah diblacklist Youtube dan tidak boleh membuat atau mengajukan monetisasi lagi selamanya.

Disatu sisi kebijakan ini bagus karena mengurangi secara siginifkan konten sampah tapi ada kekurangannya juga. Kreator yang kontennya orisinil masih bisa terkena dismonetisasi. Sapu bersih channel yang kontennya tidak otentik tentu dikerjakan oleh robot bukan manual sehingga tidak menutup kemungkinan salah sasaran.

Baca juga: Akhirnya Kena Juga Dismonetisasi 

Apa yang akan saya lakukan?

Saya memutuskan berhenti upload konten disemua channel sampai aktif kembali monetisasinya terhitung sejak tanggal 29 Januari 2026.


Saya mulai memindahkan channel yang potensial ke email lain yang tidak terkait dengan channel yang terkena dismonet. Terhitung ada 5 channel yang sudah diatas 1000 subscriber: Dwi S, Toys StoryID, Meow Cat Clips, Cat Compilation dan Life With Meow.

Berkaca dari nasib kreator lain yang dibabat habis semua channel yang terkait akibat salah satu channel kena dismonetisasi konten tidak otentik, saya tentunya harus siap dengan kemungkinan terburuk yaitu semua channel kena dismonetisasi.

Proses ini tentunya memakan waktu yang panjang. Saya bisa mengajukan kembali monetisasi channnel yang terkena dismonetisasi pada 29 April 2026. Ini pun tidak ada jaminan diterima. Tapi melihat konten yang ada dichannel tersebut mayoritas orisinil rekaman hp, Saya masih menyimpan sedikit harapan.

Sebenarnya saya bisa saja tetap ngonten di channel lain tapi menurut saya lebih baik saya ngonten di platform yang nyata-nyata sudah menghasilkan contohnya di Shopee Affiliate atau Tiktok. Di 2 platform ini akan saya coba maksimalkan potensinya.

Platform lain yang akan saya garap lagi yaitu blog. Yeah blog ini walaupun mungkin porsi waktunya lebih sedikit dibanding 2 platform lainnya. Rencananya saya akan memperbanyak artikel review produk elektronik di Shoppee. Nantinya di sematkan link affiliasinya.

Terakhir, saya akan mencoba membangun 5 channel yang sudah saya sebut diatas sampai siap dijadikan monetisasinya. Nantinya bisa saya jual atau untuk kepentingan sendiri. Saya punya rencana membuat akun Adsense baru atas nama saudara. 

Dimonetisasi bukan lah akhir dari segalanya, teruslah berjuang menuju kesuksesan!

0Komentar

Pasang Iklan