Iklan

Usaha Tidak Selamanya Membawa Hasil Maksimal

Posted by Dwi Sugiarto on Senin, 16 Oktober 2017

DWISU.WEB.ID,Usaha Tidak Selamanya Membawa Hasil Maksimal-Sering kita dengan Nasihat dari pengusaha sukses yang mengatakan kalau ingin sukses tekuni usaha secara konsisten.Nasihat tersebut memang benar adanya karena dengan kita konsisten menekuni usaha maka kita jadi tahu seluk beluk usaha yang kita jalani sehingga makin lama kita makin menguasai usaha tersebut dan menjadi jalan sukses.
Usaha MARTABAK MINI

Namun adakalanya usaha yang kita lakukan tidak membuahkan hasil yang maksimal atau lebih parah lagi merugi sehigga tak jarang sebagian pelaku usaha memutuskan untuk berhenti menekuni usahanya alias gagal.Seringkali saya temui dijalan-jalan gerobak yang tadinya buat jualan dipasang tulisan “dijual”.

Usaha yang tidak membawa hasil maksimal pernah juga saya alami bahkan belum lama terjadi walaupun saya tidak merugi namun keuntungannya minim alias hasilnya tidak maksimal.Kebetulan saat ini saya sedangkan menekuni usaha kecil-kecilan martabak mini unyil seharga Rp.1000 per potong dengan target pasar anak-anak usia sekolah SD-SMP.

Baca juga :
Berburu Tempat Mangkal Martabak Mini Baru
Menekuni Bisnis Baru Perlu Menjadwal Ulang Waktu Ngeblog 
Pengalaman Menekuni Usaha Martabak Mini Unyil

Pemasaran yang saya laukan adalah dengan mangkal ditempat-tempat tertentu ,jam tertentu dan lebih dari satu tempat.Beberapa lokasi mangkal sudah pernah saya coba namun hasilnya tidak selamanya maksimal ada juga yang sepi pembeli.

Contohnya yang baru saja terjadi di 3 hari Minggu dibulan ini.Kebetulan saya mencoba tempat mangkal baru khusus untuk hari Minggu dipagi hari dimulai sekitar pukul 6.00 sampai 7.30.Lokasinya tidak jauh-jauh di gerbang pintu masuk blok perumahn saya di Mega regency Cikarang jaraknya Cuma 100 meter.

Kenapa saya memilih mangkal dihari Minggu? Alasannya karena saya biasanya berjualan dihari-hari anak sekolah sedangkan hari Minggu libur jadi saya ingin memanfaatkan hari Minggu untuk mencoba mangkal dilokasi yang baru siapa tahu hasilnya maskimal.

Dilokasi tersebut sudah ada penjual kue pukis dan Burger dan saya lihat dagangan mereka laku sehingga saya juga ingin mencobanya.Pada Minggu pertama bulan Oktober atau tanggal 1/10 2017 saya mulai mangkal dilokasi tersebut.Hasilnya? kurang maksimal saya hanya mampu menjual sekitar 20-30 potong martabak mini berbeda dengan pedagang kue pukis dan burger yang laku dan kebanyakan sudah langganan karena saya lihat sudah saling kenal.

Saya tetap berpikir positif mungkin karena saya baru pertama kali berjualan sehingga belum banyak yang tahu.

Pada Minggu ke-2 tangal 8/10 2107 saya mencoba berjualan untuk yang ke-2 kalinya,Hasilnya? Tak jauh beda omsetnya dengan Minggu sebelumnya.Begitu pula pada Minngu ke-3 tanggal 15/10 2017 padahal adonan sudah saya kurangi tapi tetap tidak habis juga.

Dengan hasil ini tentu membuat saya bimbang mau mangkal disitu lagi atau tidak karena hasilnya jauh beda jika saya mangkal didepan sekolah yang bisa mencapai 80 potong martabak sekali berjualan atau dipasar kaget bisa mencapai 120 potong sekali jualan.

Kesimpulan yang bisa saya dapatkan dari pengalaman saya ini adalah tempat mangkal yang paling cocok buat usaha martabak mini unyil adalah disekolah baik pada jam sebelum masuk sekolah,istirahat atau pulang sekolah.

Sedangkan jika mangkal ditempat-tempat umum seperti jalan perumahan hasilnya tidak bisa cepat dirasakan karena harus sosialisasi dulu dan itu butuh waktu sampai orang disekitar komplek tersebut tahu kalau saya berjualan martabak mini unyil dan itu tidak menjamin nantinya ramai jadi butuh keberanian dan siap dengan resikonya dan usaha tidak selamanya membawa hasil yang maksimal tapi dari situ saya bisa belajar banyak agar kedepannya jualan saya laku.

Semoga Bermanfaat!

Previous
« Prev Post

Related Posts

05.48

5 komentar:

  1. emang jualan itu hoki-hokian mas, tempat atau lokasi juga kadang pengaruh juga.
    apalagi kalau yang belum tau kayak apa rasa makanannya.

    tapi tetap semangat mas Dwi.

    BalasHapus
  2. tapi ngomong-ngomong kolom komen Disqus -nya kemana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ganti template dulu mas nggak pakai disquss biar ringan

      Hapus
  3. Sekolah dan tempat ngumpul anak-anak adalah tempat favorit utk menjajakan produk makanan, sifat konsumtif yang masih tinggi pd anak-anak dan sebagai pelampiasan dri kejenuhan aktifitas belajar "JAJAN" menjadi salah-satu kegiatan "refreshing jenuh" mereka....tetap semangat sob

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas..saya sih dibawa santai mas karena modalnya kecil jadi gak masalah cuma omsetnya saja yang kurang

      Hapus

Berkomentarlah sesuai topik No Link No Spam